Green Mile Indonesia

harga kaca tempered

Atap dan tembok yang rembes seringkali mengganggu kenyamanan rumah. Bukan hanya bikin nuansanya jadi lembab tetapi juga memicu kebocoran serta timbulnya jamur. Untungnya sudah banyak orang yang sadar pentingnya penggunaan waterproofing  dengan berbagai jenis bahan waterproofing  untuk mengatasi kebocoran di rumah. Sayang, literasinya masih kurang.

Perlu diingat waterproofing hadir dengan beragam bahan sehingga pengaplikasian dan fungsinya akan berbeda. Terdapat produk yang bisa langsung dipakai, dan ada juga yang memerlukan campuran sebelum digunakan. Jika tidak mengetahui pengaplikasiannya, tidak jarang masalah kebocoran tidak teratasi. Untuk itu, penting bagi Anda mengenali jenis waterproofing serta pengaplikasian yang tepat. Nah sebagai acuan, mari kenali tujuh jenis bahan waterproofing berikut!

Polyurea Murni

Penerapan waterproofing bahan polyurea murni tidak bisa dilakukan tanpa peralatan khusus. Jenis waterproofing ini memerlukan alat semprot bertekanan untuk proses pengaplikasiannya. Jadi, sebaiknya gunakan layanan profesional supaya tidak terjadi kesalahan. Terlebih jika Anda tidak memiliki peralatan waterproofing lengkap.

Sebagai informasi, waterproofing berbahan polyurea murni memiliki sifat fleksibel dan kuat. Selain itu, proses pengerjaan waterproofing polyurea terbilang cepat. Tembok dan atap dijamin anti rembes!

Water Based Polyurethane

Waterproofing jenis water-based polyurethane umumnya tidak memiliki kemampuan menahan air. Namun, sudah ada beberapa merek yang bisa diandalkan. Penerapan waterproofing dengan bahan water based polyurethane sebetulnya mudah, hanya dengan kuas atau roller. Kendati demikian, Anda tetap disarankan memakai layanan profesional, seperti halnya jasa waterproofing Green Mile untuk hasil optimal.

App Modified Bitumen Membrane

Waterproofing yang menggunakan app-modified bitumen membrane sebagai bahan dasarnya, dikenal sebagai membran waterproofing. Jenis waterproofing ini berbentuk lembaran dan hanya dapat diaplikasikan dengan menggunakan peralatan khusus. 

Pengaplikasian membran waterproofing melibatkan proses pembakaran dan tanpa tambahan material, sehingga bisa dibiarkan terbuka. Berhubung cukup krusial, lagi-lagi tetap gunakan jasa profesional dalam penerapannya.

Mortar

Secara umum, waterproofing mortar tidak dapat dibiarkan terbuka dan memerlukan penutupan menggunakan material tambahan seperti keramik. Waterproofing ini menggunakan mortar sebagai bahan dasarnya, yang terdiri dari campuran semen, pasir, dan air. Jenis waterproofing ini bisa dengan mudah ditemukan di pasaran.

Polymer-Modified, Hybrid Polyurethane-Asphalt

Waterproofing berbahan dasar polymer-modified, hybrid polyurethane-asphalt, atau yang dikenal sebagai waterproofing membrane cair, merupakan solusi tepat untuk penggunaan pada dak beton atau atap datar. 

Setelah diaplikasikan dan sudah mengering, waterproofing membrane cair ini akan mengeras dan membentuk lapisan anti air yang kuat, tetapi tetap elastis. Buat penerapannya pun simpel, hanya dengan kuas atau roller. Dan tanpa perlu proses pembakaran seperti app modified bitumen membrane.

Sekarang Anda tahu kan, ada banyak jenis waterproofing yang siap melindungi atap dan dinding Anda dari rembesan air. Setiap jenisnya hadir dengan bahan khusus yang turut memengaruhi pengaplikasiannya. Ada waterproofing yang memerlukan tambahan material agar bisa berfungsi, dan ada juga yang tidak. 

Kendati terlihat mudah, pengaplikasian waterproofing cukup riskan. Untuk itu, sebaiknya gunakan layanan profesional untuk meminimalisir kegagalan, seperti jasa Green Mile yang dipercaya banyak klien. Green Mile siap memangkas kebocoran di rumah, kantor, bahkan gedung bertingkat. Hubungi Green Mile sekarang di nomor ini untuk atasi kebocoran dengan cara mudah dan untuk kebutuhan harga kaca tempered yang cocok untuk kebutuhan rumah Anda!

WeCreativez WhatsApp Support
Silakan menghubungi salah satu Layanan Konsumen Green Mile Indonesia
Ada yang bisa kami bantu?